Tidak sering. Biasanya terjadi paling sehari sekali. Tapi setiap saya cek, semua baik-baik saja. Saya pikir bannya kempes. Ternyata tidak. Mungkin lahernya kena. Tapi roda juga tidak goyang. Jadi, mau saya cek ke bengkel.

* * *

Saya bertemu sepupu saya. Kami sedang ada satu proyek dengan temannya. Waktu ketemu dia, kami video call dengan temannya yang tidak bisa datang. Tidak ada yang aneh.

Selang beberapa hari, sepupu saya menghubungi saya karena ada hal yang mau dibahas bersama temannya. Singkat cerita, temannya bilang kalau ada yang mau menjahati saya. Jahatnya secara mistis. Saya sih tidak heran dia bilang begitu, karena teman sepupu saya ini memang punya indra keenam.

* * *

Beberapa hari kemudian, teman saya dari Jepang tiba-tiba WA lalu tanya, “Kamu baik-baik aja?”

Saya memang baik-baik saja. Saya tanya, kenapa dia bertanya begitu? Jawabannya, “Gapapa. Cuma tanya kabar aja.”

Aneh. Sekian lama tidak kontak, tiba-tiba WA cuma untuk memastikan saya tidak kenapa-kenapa. Waktu itu saya lagi riweh mau mengajar, jadi chat-nya tidak panjang. Saya pamit, nanti setelah mengajar saya sambung.

Setelah selesai mengajar, saya kontak lagi teman saya. Saya tahu dia punya “kelebihan” juga. Jadi saya kejar dia.

“Apa yang kamu lihat? Gak mungkin kamu gak ada angin gak ada badai nanya begitu. Aku kenal kamu.”

Teman saya ini bersikukuh tidak ada apa-apa. Cuma berpesan, hati-hati di jalan dan jangan naik motor jauh-jauh.

Makin aneh. Dua orang yang tidak saling kenal tiba-tiba menghubungi saya cuma untuk memberi peringatan.

* * *

Di sekitar waktu itu dan setelahnya, ada saja kejadiannya. Mulai dari pundak saya yang terasa berat, pinggang tiba-tiba sakit seperti habis angkat beban berat, tidur tidak tenang, suasana hati berantakan, sampai anggota keluarga yang ikut sakit.

Saya sebenarnya tidak terlalu peduli dengan hal-hal seperti itu. Saya tahu ilmu seperti itu ada, tapi saya tidak mau ikut-ikutan. Saya juga tidak minat punya indra keenam dan hal-hal sejenisnya. Saya mau hidup yang lurus-lurus saja.

Cerita singkatnya, dua teman saya ini tiba-tiba mendapat penglihatan kalau motor saya dikerjai supaya saya celaka. Yang mengerjai saya hitungannya masih saudara. Dia ingin saya celaka supaya nanti harta saya bisa dia kuasai.

Sebelumnya, saudara saya ini pernah punya rumah warisan dari almarhum orang tuanya, lalu digadaikan ke bank, tapi tidak dibayar. Jadi rumah itu mau dilelang bank. Lalu saya selamatkan dengan menebusnya ke bank. Tapi dia ingin menguasai kembali rumah itu dengan cara curang: membunuh saya. Kebetulan sertifikatnya memang belum dibalik nama ke saya. Masih proses.

* * *

Menata diri setelah tahu dikerjai secara mistis itu tidak gampang. Di satu sisi, betul kondisi mental terasa seperti diacak-acak. Di sisi lain, saya harus terus berjuang supaya tetap waras.

Kadang mood terasa hancur berantakan, mau ngapa-ngapain hilang semangat. Tapi hidup terus berjalan, kan? Memangnya orang lain mau peduli kalau kita tidak perform?

Dibantu oleh teman sepupu saya dan diberi saran-saran yang sejalan oleh teman saya di Jepang, pelan-pelan saya mulai menata hidup lagi. Sangat tidak gampang, tapi layak diperjuangkan. Hidup cuma sekali, masa mau diisi dengan menyerah?

Setelah perlahan bangkit, pekerjaan-pekerjaan yang tertunda mulai dibereskan. Saya tidak mau membalas perbuatan jahat saudara saya yang bersekutu dengan setan. Saya percaya satu hal: kalau ada orang yang menjahati saya, maka saya akan diberi rezeki berkali-kali lipat oleh Tuhan.

Memang, ujian itu tidak gampang. Ujiannya menguji kesetiaan. Tapi kalau lulus ujian kesetiaan, Tuhan pasti memberi ganjaran yang jauh lebih besar.

Sekarang, saya malah dapat tambahan proyek, menang kasus, dan akan mulai membangun ulang rumah.

Dunia memang tidak adil. Percayalah, akan tiba saatnya hari pembalasan. Orang-orang yang setia akan mendapat ganjarannya.

* * *

Motor saya?

Tiba-tiba mati total di jalan.

Syukurnya, kami yang menaikinya selamat semua.